TRADISI MAANTA NASI PANAMBAI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Padang Luar Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar)

Amelia Putri Maisa, Elimartati Elimartati

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tradisi Maanta Nasi Panambai dalam prespektif hukum Islam di Padang Luar Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer adalah hasil wawancara dengan Niniak Mamak, orang yang tidak menjalankan, dan orang yang pernah menjalankan tradisi maanta nasi panambai. Selain itu data juga diperoleh dari buku-buku adat, karya ilmiah, jurnal dan buku-buku lain yang berkaitan dengan penelitian. Adapun temuan penelitian ini adalah bahwa nasi panambai diantar sebelum akad nikah dan sebagai syarat untuk melaksanakan walimah atau baralek. Hal ini bertujuan untuk menjalin dan mempererat hubungan silaturrahmi, dan sebagai i’lan. Akibat tidak menjalankan maanta nasi panambai anak tidak memiliki bako, orang tua dan anaknya tidak bisa memakai adat. Sebagian masyarakat menganggap berat untuk melaksanakan maanta nasi panambai dikarenakan tidak ada biaya yang cukup, menikah di rantau, dan terlalu banyak syarat-syarat atau adat yang dilaksanakan setelah maanta nasi panambai. Sedangkan sanksi tidak melaksanakan maanta nasi panamabai  membayar adat kapalo ameh yaitu dengan membayar dua atau tiga katidiang padi bahkan lebih sesuai kesepakatan niniak mamak dan melaksanakan adat alek tokok lutuik. Menurut hukum Islam proses pelaksanaan adat ini termasuk kepada ‘urf shahih karena tidak bertentangan dengan nash dan memiliki mashlahat yang besar dan tidak menimbulkan mudharat yang besar.

Keywords


Tradisi, Nasi Panambai, Hukum Islam

Full Text:

PDF

References


Amir, M. S. (2011). Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT Rineka Media.

Annisa Syntia Trimilinda & Desriyeni. (2018). “Purwarupa Eksiklopedi Adat Perkawinan Minangkabau” dalam Jurnal Ilmu Informasi Kepustakaan dan Kearsipan 7 (1): 205 pada http://ejournal.unp.ac.id/ index.php/iipk/article/view/100978. Diakses pada 20 Mei 2020 (15. 00)

Anwar. C. (1997). Hukum Adat Indonesia, Meninjau Hukum Adat Minangkabau. Bandung: Rineka Cipta.

Ayik Muhammad Zaki. (2018). “Tradisi Tonjokan pada Walimatul ‘Ursy di Desa Tapung Lestari Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Riau”. 24(2):18 pada https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8125 . Diakases pada 20 Mei 2020 (15. 00)

Dahlan. A. (2010). Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.

Depertemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dzajuli & Aen. N. (2000). Ushul Fiqh: Metodelogi Hukum Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

Efendi, S. & Zein. M. (2005). Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Group.

Elimartati. (2013). Bunga Rampai Perkawinan di Indonesia. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.

Faiz Zainuddin. (2015). “Konsep Islam Tentang Adat: Telaah Adat dan ‘Urf Sebagai Sumber Hukum Islam” dalam Jurnal Lisan Al-Hal 9 (2):391 pada http://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/lisanalhal/article/view/93. Diakses pada 20 Mei 2020 (15. 00)

Hadikusuma, H. (2003). Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandar Lampung: CV. Bandar Maju.

Hanafi, A. (1981). Ushul Fiqh. Jakarta:Widjaya.

Haroen, N. (1997). Ushul Fiqh. Jakarta: Wacana Ilmu.

Jalaluddin. (2017). “Tradisi Bekhalek dalam Walimatul ‘Ursy di Desa Pea Jambu Kecamatan Singkohor Kabupaten Aceh Singkil Menurut Mazhab Syafi’i” pada http://repository.uinsu.ac.id/3713/1/SKRIPSI%20%20JALALUDDIN%20NIM%2021133015.pdf. Diakses pada 20 Mei 2020 (15.00)

Johan Agustin. (2014). “Pengangkatan Urang Bainduak pada Masyarakat Minangkabau di Nagari Ampang Kuranji” dalam Jurnal Premise Law (4): 6 pada https://jurnal.usu.ac.id/index.php/premise/article/ view/8648. Diakses pada 20 Mei 2020 (15. 00)

Kasmidin. (2011). Al- Qawaed al-Fiqhiyyah. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.

Mardani. (2011). Hukum Perkawinan Islam di Dunia Moderen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mufidah. (2010). Isu-isu Gender Kontemporer Dalam Hukum Keluarga. UIN: Maliki Press.

Musbikin, I. (2009). Qawa’id Al-Fiqhiyah. Jakarta:Kencana.

Navis. A. A. (1984). Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: Grafiti Pers.

RB Harahap. (2018). “Walimatul Ursy”. 24(2):12 pada http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/F/article/view/878. 20 Mei 2020 (15.00)

Ririanty Yunita, dkk. (2012). “Uang Japuik Dalam Adat Perkawinan Padang Pariaman” dalam Jurnal Penelitian Kebudayaan. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&q=jurnal+tentang+Penelitian+Kebudayaan+Uang+Japuik+Dalam+Adat+Perkawinan+Padang+Pariaman&btnG=. Diakses pada 20 mei 2020

Sabiq, S. (2011). Fikih Sunnah Jilid 3. Jakarta: Cakrawala Publishing.

Sabiq, S. (2013). Fiqih Sunah, Terj. Ahmad Tirmidzi dkk, Juz: 3. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Salma dan Burhanuddin. (2017). “Kajian ‘Urf Pada Tradisi Rompak Paga di Luhak Lima Puluh Kota Sumatera Barat” dalam Jurnal Al-Ihkam. 24 (2): 316 pada http://www.ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/ alihkam/article/view/1458. Diakses pada 20 Mei 2020 (15.00)

Sigo, Z. [t.th] Budaya Alam Minangkabau. Jakarta:Bumi Aksara.

Soekanto. S. (2005). Hukum Adat Indonesia. Jakarta :Raja Grafindo Persada.

Sugiarto,Umar Said. (2013). Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sukmasari. F. (1986). Perkawinan Adat Minangkabau. Jakarta: CV. Karya Indah.

Syahril. (2013). Perkawinan dalam Perspektif Al-Quran. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.

Syarifuddin, A. (2003). Garis-garis Besar Fiqh. Bogor: Kencana.

Syarifuddin, A. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Pernada Media.

Syarifuddin, A. (2011). Ushul Fiqh Jilid 2. Jakarta: Kencana.

Tihami dan Sahrani, S. (2009). Fiqih Munaqahat. Jakarta: Rajawali Pers.

Uman, C. (2010). Ushul Fiqih I. Bandung: CV Pustaka Setia.

Wiranto, I Gede. (2005). Hukum adat Indonesia. Bandung: P.T. Citra Aditya Bakti.

Zain, S. M. (1994). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Zulkarnaini dkk. (t.t). Minangkabau Ranah Nan Den Cinto. Bukittinggi: Usaha Ikhlas.




DOI: http://dx.doi.org/10.31958/jisrah.v2i1.3229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Amelia Putri Maisa, Elimartati Elimartati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Indexed by:

 

 

 

JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah

ISSN 2775-3557 (Online) and 2775-1783 (Print)

Published by Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Email: jisrah@iainbatusangkar.ac.id

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.