CRITICAL ANALYSIS OF THE ZIHĀR CONCEPT IN THE QUR'AN AND ITS CONTEXTUALIZATION IN THE CONTEMPORARY ERA

Asrizal Saiin

Abstract


Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui konsep zihār yang sudah ada sebelum Islam datang. Kemudian ingin mengetahui bagaimana al-Qur’an memperbaiki terhadap konsep zihār tersebut. Setelah al-Qur’an memberikan petunjuk terkait konsep zihār yang sebenarnya, kemudian dikontekstualisasikan pada zaman sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, penulisannya bersifat kualitatif dengan perspektif ke dalam dan interpretatif. Dari penelitian yang dilakukan, dapat dipahami bahwa penjelasan tentang zihār dipaparkan secara jelas di dalam al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 1 sampai 4. Zihār adalah ucapan seorang suami kepada isterinya bahwa punggungnya sama dengan punggung ibunya. Asbābun Nuzūl ayat ini adalah karena Khaulah binti Tsa’labah telah dizihār oleh suaminya yang bernama ‘Aus bin Tṡāmit. Kemudian Khaulah melaporkannya kepada Nabi Muhammad. Nabi menjawab bahwa suaminya sudah haram menggauli Khaulah untuk selama-lamanya. Kemudian ayat ini turun untuk membenarkan hukum bagi orang yang menzihār isterinya. Adapun zihār yang sering terjadi pada masa kontemporer sekarang ini sebenarnya tidak dilakukan sebagai bentuk ucapan suami untuk menyamakan istrinya dengan mahramnya, akan tetapi pada dasarnya tidak ada unsur kesengajaan untuk melakukan zihār, karena ucapan yang dilakukan suami yaitu perumpamaan atau penyamaan untuk menyatakan keindahan, kecantikan dan lain sebagainya, bukan untuk menghina atau menyamakan isterinya dengan mahramnya.

Keywords


Zihār; al-Qur’an; Kontemporer

Full Text:

PDF

References


Abud, A. G. (1995). Keluarga Muslim Dari Berbagai Masalahnya, Terj. Mudzakkir. Bandung: Pustaka.

Admisi. (1984). Ilmu Fiqih Jilid II. Jakarta: IAIN.

Ash-Shabuni, M. A. (2016). Tafsir Ayat-Ayat Ahkam. Depok: Keira Publishing.

Az-Zuhaili. W. (1984). Fiqh Al-Islam Wa Adillatuhu. Bairut: Dar al-Fikr.

Az-Zuhaili. W. (2014). Tafsir Al-Munir. Jakarta: Gema Insani.

Barudi, S. I. Z. (2010). Tafsir Wanita. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Chozin, F. H. (1997). Cara Mudah Menulis Karya Ilmiyah. T.tp: Alpha.

Ghofur, A. (2001). Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Hasan, S. A. H. (2006). Tafsir Al-Ahkam. Jakarta: Kencana.

Hidayah, N. (2016). Analisis Hukum Islam Terhadap Persepsi Panggilan Ummi Kepada Istri Sebagai Ẓihar dalam Kajian Situs Media Sosial. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Husain, I. Jenis-Jenis Hukuman Dam Hukum Pidana Islam dalam Jamal D. R. et. Al. (Edt). (1997). Wacana Baru Fiqih Sosial. Bandung: Mizan, 1997

Kusmidi, H. (2016). Konsep zihar dan implikasi hukumnya dalam perspektif hukum Islam. Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan, 3(2) http://dx.doi.org/10.29300/mzn.v3i2.1035

Maraghi, A. M. (1993). Al-Tafsir al-Maraghi, Juz 28. Semarang: PT Toha Putra.

Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muhami, J. K. (1976). Memahami Hukum Zihār dan Ila’. Malaysia: Darul Minhaj.

Munandar, A., & Djuned, M. (2018). Zihar dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an dan Tafsir al-Mishbah". TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, 2(1)

Ningrum, A. W. (2018). Ẓihar dalam Alquran dan Kontekstualisasi dalam Persoalan Komunikasi Suami Istri". Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Rahman, F. (1994). Islamic Methodology in History. Delhi: Adam Publishers.

Shiddieqy, T. M. H. (2001). Koleksi Hadis-Hadis Hukum 8. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.

Shihab, M. Q. (2010). Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.

Zahrah, A. (n.d.) Al-Ahwal al-Syakhsiyyah. Beirut: Dar al-Fikr.




DOI: http://dx.doi.org/10.31958/juris.v20i1.2960

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Asrizal Saiin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Index By: