DISHARMONISASI ANTARA MAHKAMAH KONSTITUSI DAN MAHKAMAH AGUNG DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KEPASTIAN HUKUM (Studi Putusan Nomor 30/PUU-XVI/2018 dan Putusan Nomor 65 P/HUM/2018 dengan Pemohon Oesman Sapta Odang)

Angghie Permatasari, Lusy Liany, Amir Mahmud

Abstract


Disharmonization between the Constitutional Court's Decision and the Supreme Court's Decision related to the case of the executive (functionary) of political parties in the nomination of DPD RI members in the 2019 General Election. The research method used was normative juridical research, using secondary data. The results of the discussion are: First, disharmony between the Constitutional Court Decision Number 30 / PUU-XVI / 2018 and the Supreme Court Decision Number 65 P / HUM 2018 in the nomination of DPD RI members in the 2019 General Election related to the phrase "other work" in Article 182 letter l of the Election Law. Second, as a result of the two decisions, the Election Commission issued a KPU Regulation as the implementation of the Constitutional Court's Decree containing a ban on the "functionary" management of political parties not allowed to nominate as members of the DPD RI in 2019. Third, in the arguments that contradict each other / disharmony Islamic teachings are familiar with Islamic teachings. the existence of Ta'arud Al-Adillah by way of Al-Jam'u wa taufiq. As for the suggestions in this paper: First, it is hoped that in the future all testing of legislation will be made as one roof in the Constitutional Court or in the Constitutional Question. Second, the KPU is still guided by the latest PKPU in the implementation of the coming elections as the implementation of the Constitutional Court's decision.

 


Keywords


Disharmonisasi, Pengujian, Peraturan Perundang-Undangan, Al-Jamu’ wa taufiq.

References


Al-Fatih, S. (2017). Model Pengujian Peraturan Perundang-Undangan Satu Atap Melalui Mahkamah Konstitusi. Legality Jurnal Ilmiah Hukum, 25(2).

Aliyah, S. (2014). Teori Pemahaman Ilmu Mukhtalif Hadits.

Ayunita, K. (2017). Pengantar Hukum Konstitusi dan Acara Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.

Azhar, I. S. (2018). Kontradiksi Al-Qur’an dan Hadis. Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, I(2).

Dahliah. (2013). Metode Penyelesaian Ta’arud Al-Adillah dan Implikasinya terhadap Penetapan Hukum Islam. Universitas Islam Indonesia Alauddin, Makasar.

Faiz, P. M. (2018). Sengkarut Syarat Calon Anggota DPD. Jurnal: Mahkamah Konstitusi, 141.

Firdaus. (2014). Penyelesaian Sengketa Pemilu sebagai upaya memulihkan kepercayaan dan memperkuat Legitimasi Pemerintahan Demokrasi. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, VIII(2).

Isra, S. (2015). Titik Singgung Wewenang Mahkamah Agung Dengan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Hukum Dan Peradilan, IV(1).

Nanang Al-Hidayat, M. S. (2018). Dualisme Judicial Review Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Magister Hukum Udayana, XVII(3).

Pasaribu, P. (2010). Kedudukan dan Fungsi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Yuriska, II(2).

Prang, A. J. (2011). Implikasi Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Ilmu Hukum, XIII(53).

Prayoga, R. T. (2016). Penerapan Asas Kepastian Hukum Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Hak Uji Materiil Dan Dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 06/Pmk/2005 Tentang Pedoman Beracara Dalam Pengujian Undang-Undang. Jurnal Legislasi Indonesia, XIII(2).

Putra, A. (2018). Dualisme Pengujian Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Legislasi Indonesia, XV(2).

Putusan Mahkamah Agung No. 65 P/HUM/2018.

Putusan Mahkamah Konstitusi No. 30/PUU-XVI/2018.

Safi’. (2016). Urgensi Penyatuan Kewenangan Pengujian Peraturan Perundang-Undangan Oleh Lembaga Peradilan (Judicial Review) Di Indonesia. Rechtidee, XI(2).

Silalahi, D. (2016). Kewenangan Yudisial Review Mahkamah Agung Terhadap Peraturan Perundang-Undangan di Bawah Undang-Undang. Jurnal Untan, III(3).

Simanjuntak, E. (2013). Kewenangan Hak Uji Materiil pada Mahkamah Agung RI. Jurnal Hukum Dan Peradilan, II(3).

Sudirman. (2016). Memurnikan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Sebagai Lembaga Pengawal Konstitusi (the guardian of the constitution). Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasilan Dan Kewarganegaraan, I(1).

Supriadi. (2019). Analisis pandangan Ibnu Taimiyah tentang kedudukan ta’wil dalam memahami al-Qur’an. Asy-Syukriyyah, XX(1).

Syahuri, T. (2014). Pengkajian Konstitusi Tentang Problematika Pengujian Peraturan Perundang- Undangan. Jakarta.

Tabah Ikrar Prasetya, J. H. (2017). Tinjauan Yuridis Tentang Disharmonisasi Peraturan Daerah Di Kabupaten Magelang (Studi Terhadap Peraturan Daerah nomor 2 Tahun 2013 Tentang Usaha Peternakan). Jurnal Hukum Khaira Ummah, XII(1).

Xavier Nugraha, Ave Maria Frisa Katherina, Safira Noor Ramadanty, E. P. T. (2019). Constitutional Question: Alternatif Baru Pelindungan Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Concrete Review di Indonesia. Jurnal Negara Hukum, X(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.31958/juris.v19i1.2043

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 LUSY LIANY

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Index By: